Showing posts with label Kisah. Show all posts
Showing posts with label Kisah. Show all posts

Saturday, April 22, 2017

Sungguh Ajaib, Bayi Ini Sudah Dikubur Selama 3 Hari Tapi Saat Ditemukan Ternyata Masih Hidup

Sungguh Ajaib, Bayi Ini Sudah Dikubur Selama 3 Hari Tapi Saat Ditemukan Ternyata Masih Hidup

Sebuah kejadian menakjubkan sekaligus menyedihkan telah terjadi di Kota Paddock, provinsi KwaZulu Natal, Afrika Selatan. Di mana seorang bayi tetap hidup setelah dikubur selama tiga hari.

Mengutip Kompas.com, keberadaan bayi yang terkubur dalam tanah ini berhasil ditemukan oleh seorang karyawan di perusahaan kayu. Saat itu, karyawan yang tak disebutkan identitasnya itu tiba-tiba saja mendengar suara tangisan.

Dia pun lantas mencari arah tangisan itu berasal. Setelah dicari-cari, akhirnya ia pun terpaku pada suatu titik, tempat di mana bayi laki-laki itu dikubur.

Dengan alat seadanya, ia langsung menggali tanah tersebut.  Dan betapa terkejutnya dia saat menemukan bayi malang yang sudah terlumuri oleh tanah.

Kejadian ini langsung dilaporkan oleh pihak kepolisian setempat.

Tak membutuhkan waktu lama bagi polisi untuk menemukan pelaku di balik kejadian ini.

Tanpa disangka, yang menjadi pelaku tindak kejahatan ini adalah ibu bayi itu sendiri.

Kepada polisi, ibu bayi itu mengaku bahwa dirinya terpaksa mengubur bayinya karena takut orangtuanya akan marah jika mengetahui dia telah memiliki seorang anak.

“Dalam pemeriksaan, ibu bayi itu mengaku bahwa anak tersebut memang anaknya. Perbuatan itu dilakukan karena dia takut kepada orangtuanya,” kata Kapten Gerald Mfeka.

Bayi itu ternyata adalah anak kedua dari wanita tersebut. Sebelumnya ia telah memiliki seorang anak yang kini sudah berusia empat tahun.

“Dia merasa orangtuanya tak akan menyetujui dia memiliki seorang anak lagi,” sambung Mfeka.

Hingga berita ini ditulis, tidak diketahui pasti apakah ibu bayi itu akan dijerat dakwaan hukum atau tidak.

Sementara bayi malang itu telah dirawat di ruang perawatan intensif di rumah sakit regional Port Shepstone.





Thursday, April 20, 2017

Foto Nenek Jualan Ketupat dengan Kondisi Mata Begini Jadi Viral, Ternyata Ini Kisah Sebenarnya

Foto Nenek Jualan Ketupat dengan Kondisi Mata Begini Jadi Viral, Ternyata Ini Kisah Sebenarnya

Sering kali kita menemukan orangtua yang masih harus mencari nafkah. Meski kondisinya sudah renta, mereka harus bekerja demi menyambung hidup. Dengan tenaga seadanya, merka mencari nafkah untuk bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Tapi berbeda dengan sosok nenek yang satu ini. Meski kondisinya sudah tua renta, nenek ini memiliki alasan tersendiri mengapa masih ingin bekerja.

Awalnya, foto sosok nenek tua ini viral di media sosial. Nenek dengan baju yang lusuh ini terlihat sedang jongkok sambil memejamkan mata. Terlihat nenek itu sedang berada di tengah pasar. Lalu, nenek tua itu sedang memegang benda yang diketahui sebagai barang dagangannya. Nenek tua itu penglihatannya seperti sudah tidak sempurna.

Akun Instagram @cakbudi_ mencari tahu keberadaan dan informasi soal nenek itu.
Ia pun mengunggah foto nenek itu dan menuliskan informasi soal nenek itu.
Berikut kisahnya :

"Alhamdulillah sudah dapat kabar baik tentang nenek ini, beliau adalah nenek Ijun setiap harinya jualan ketupat di Pasar Lama Banjarmasin, 
kabar baiknya adalah nenek ini punya tempat tinggal yang layak dan punya keluarga juga,  beliau memang tidak mau merepotkan anak-anaknya apalagi orang lain,

beliau tetap akan berjualan selagi bisa berjalan dan duduk. Beliau juga pernah di bantu oleh gubernur juga, dan sampai hari ini beliau masih berjualan juga, tiap harinya ada cucu yang mengantar dan menjemput beliau.

Sedikit lega kalau demikian adanya @cakbudi_ ikut senang semoga beliau senantiasa sehat dan panjang umur, Aamiin.
Namun saya tetap berharap semoga Allah ijinkan saya bisa datang ke kota Banjarmasin, Aamiin
.
SAYA SEDIKIT KESAL BILA ADA ORANG YANG SHARE FOTO NENEK INI TANPA MENYANTUMKAN KRONOLOGIS DAN KISAH HIDUP JUGA ALAMAT BELIAU, HANYA KARENA INGIN LIKE!"

Ternyata Nenek Ijun ini masih memiliki keluarga dan diurus dengan baik. Nenek Ijun memang ingin berjualan karena keinginannya sendiri. Beberapa netizen pun mengaku pernah bertemu dengan sosok Nenek Ijun ini. Banyak dari mereka juga yang turut mendoakan Nenek Ijun.

linaistiqna : Pernah beli ketupat belamak sm nenek ini ,, pas bayar beliau tanya duit yg brp , kembaliannya ambil sendiri cu katanya

ikhioktaviani : @cakbudi_ iyaa mas beliau tiap hri berjualan kdng klo mau beli kembalian nya ambil sndiri

rizka_fajriaty : baru tadi pagi kepasar lama beli ketumat nenek ini... neneknya lucu... suaranya kecil "beli beli 5000 kah 50rb kah " kata beliau.. sepertinya beliau tidak bisa melihat min.. kesian

dhesi_88reinandri : Alhmdllah kl benar demikian beritanya..kdg org sepuh memang ada yg spti itu,mgkn cari kesibukan drpd drmh krn merasa msh sehat dan mampu..beliau2 spti ini yg harusnya bisa menjadikan kita yg msh muda itu malu kl bermalas2...sehat sllu nggeh mbah..

Source : tribunnews


Monday, April 17, 2017

Kisah Dosen Meninggal Saat Membaca Alquran Ini Mengharukan, Kesehariannya Buat Netizen Kagum !!

Kisah Dosen Meninggal Saat Membaca Alquran Ini Mengharukan, Kesehariannya Buat Netizen Kagum !!


Kisah soal dosen yang meninggal dunia ini sungguh menyentuh hati.

Kondisi beliau saat menghembuskan nafas terakhirnya membuat banyak orang menjadi kagum.
Betapa tidak, dosen dari Universitas Kebangsaan Malaysia itu meninggal setelah salat magrib.
Akun Facebook Pencetus Ummah Rahmat Ikhsan ini menceritakan bahwa Almarhumah Zakiah binti Muhammadun meninggal dalam keadaan masih memegang Al Quran.
Kala itu dirinya tengah salat berjamaah dengan sang suami.
Sambil menunggu bedug isya, dirinya menyempatkan diri untuk mengaji.
"Dia berjemaah salat maghrib bersama suami.
Setelah salat beliau melanjutkan membaca al-Quran sambil menunggu waktu salat Isya, sementara suaminya turun ke bawah.
Saat suaminya naik kembali ke atas, dilihatnya istri kesayangan terbaring masih memakai mukena, dan tangannya memegang erat al-Quran," tulisnya.
Menurut cerita akun tersebut, di kesehariannya, wanita itu tak menunjukkan tanda-tanda akan pergi untuk selamanya.


"Dia tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit, dan ia melakukan semuanya seperti biasanya

1. Dia akan bangun pada pukul 4.30 pagi, mandi, salat dan membaca al-Quran sambil menunggu waktu Subuh.Dia melakukan kegiatan ini bahkan pada hari libur.

2. Dia berhasil menghafal Surat Al Kahf, Al Mulk, Al Waaqi'ah dan Yasin.Almarhumah kini sedang mencoba menghafal Al Baqarah.

3. Disela-sela kegiatan rutinnya ia akan mendengarkan bacaan Al-Quran saat dalam perjalanan pergi pulang dari tempat kerja.

4. Dia dengan sabar merawat ibunya yang sedang tak sehat dalam jangka waktu yang cukup lama.

5. Tidak ingat kapan terakhir ia marah karena kehidupannya selalu tersenyum dan tertawa.

6. Almarhumah selalu bersyukur, turun ke manusia di bumi, dan selalu membantu mereka yang membutuhkan, orang yang sangat ramah, mentor yang sangat bertanggung jawab.

7. Setiap Ramadhan, bersama2 dengan teman kantor, ia menggunakan waktu istirahat dengan memimpin sesi tadarrus.Juga bersedekah buah kurma pada teman-teman satu kantornya.

8. Sangat pemurah dan rajin bersadaqah.
Setiap kali ada pengajuan permintaan bantuan dari anak yatim, dll ia tidak pernah menolaknya, ia juga membayar tagihan listrik musola.

Setiap kali ada permohonan donation anak yatim dll, tidak pernah Almarhumah hampakan dan selalunya dibuat secara diam2, termasuk bagi membayar bil elektrik surau kg orang asli.
Almarhumah juga selalu bayarkan bil bila makan dengan rakan2 pejabat.
That's what we got so far... of course that's only what we could see.


tribunnews

Friday, April 14, 2017

Kisah yang Bikin Trenyuh !! Seorang Kakak Gendong Adiknya yang Lumpuh Ke Sekolah Ini Sedang Ramai Di Perbincangkan Netizen !!

Kisah yang Bikin Trenyuh !! Seorang Kakak Gendong Adiknya yang Lumpuh Ke Sekolah Ini Sedang Ramai Di Perbincangkan Netizen !!



Baru-baru ini, seorang remaja berusia 14 tahun, John Michael Belida, menjadi bahan perbincangan netizen di media sosial. Kisah perjuangan Michael menamatkan sekolah bersama adik perempuannya yang lumpuh rupanya membuat banyak netizen merasa terenyuh.

Menurut laporan dari Definitely Filipina, adiknya yang berusia 12 tahun yang bernama Ella Mae Belida tidak dapat berjalan karena terjatuh dari ketinggian 1 meter. Akibat insiden tersebut, Belida mengalami cedera di daerah panggul. Kejadian tersebut terjadi ketika ia masih berumur 11 bulan.Sejak saat itu, Belida kesulitan untuk buang air besar dan sering mengalami demam tinggi.

"Dia masih bisa berjalan beberapa langkah dengan tongkat sampai usia 7 tahun. Tapi setelah itu, ia tak bisa menopang berat badannya sendiri," kata Erlinda, ibu Belida.

Oleh karena kemiskinan yang menghimpit, Erlinda meminta anak perempuannya untuk tinggal di rumah dan tidak pergi ke sekolah karena kondisinya yang perlu perawatan ekstra.

"Sungguh menyakitkan melihat anak saya menderita. Tetapi anak saya adalah orang yang kuat dan pernah mengatakan pada saya bahwa dia ingin menyelesaikan sekolah sehingga dapat membantu saya dan ayahnya," kata Erlinda lagi.

Erlinda merupakan seorang ibu rumah tangga dan harus mengurus anaknya yang lebih kecil di rumah. Sementara suaminya Marlon (39), seorang penarik becak yang hanya memperoleh pendapatan RM 18 - RM 27 atau sekitar Rp 54 ribu - Rp 81 ribu setiap hari.

Demi melihat keinginan Belida untuk menamatkan sekolah, abangnya Michael rela menggendong adiknya pergi ke sekolah yang terletak satu kilometer dari rumah mereka.

"Dia agak berat dan melelahkan, tapi saya tetap melakukannya supaya dia bisa menyelesaikan sekolahnya," ungkap Michael.

Sebagai seorang abang, ia marah ketika orang-orang melihat sinis dan mengejek adiknya itu. Tetapi Belida seorang yang sangat tabah ketika mendapat perlakuan demikian.

Menurut Michael, Belida juga merupakan motivasi bagi dirinya untuk lebih bekerja keras di sekolah sehingga ia bisa menjadi nelayan yang sukses satu hari nanti.

Demi bisa menyelesaikan sekolah bersama, Michael bahkan berhenti belajar selama setahun agar dia dan adiknya bisa belajar dan menghabiskan waktu di sekolah bersama-sama.

Kisah mereka yang menjadi viral mendapat perhatian banyak orang dan bantuan datang kepada mereka terus-menerus. Selain mendapatkan pemeriksaan kesehatan, adik beradik tersebut juga menerima bantuan kursi roda, tongkat, sepeda, serta perlengkapan sekolah untuk Belida dan Michael.

Meskipun banyak bantuan yang datang pada mereka, bagi Michael ia akan tetap bersama adiknya. Bahkan jika mereka harus pergi ke sekolah atau universitas yang berbeda.

"Saya akan membawanya tak peduli apapun yang terjadi. Saya berharap seseorang dapat mendukung studinya. Dia ingin mengambil kursus komputer," ujar sang kakak.

Thursday, April 13, 2017

Kisahnya Bikin Haru..,Pengemis Ini Menabung Selama Dua Tahun Hanya Untuk Belikan Anaknya Gaun Sederhana.

Kisahnya Bikin Haru..,Pengemis Ini Menabung Selama Dua Tahun Hanya Untuk Belikan Anaknya Gaun Sederhana.

 Tidak ada satu orangtua pun yang tak ingin membahagiakan anaknya. Bahkan, untuk menbahagiakan sang anak, orangtua rela melakukan apa saja meski harus menguras tenaganya. Dan ini dibuktikan oleh seorang ayah di India. Dia rela mengemis dalam keadaan tanpa tangan dan menyisihkan pendapatannya untuk ditabung demi membelikan gaun putrinya, Sumaiya.

Dia adalah Kawsar Hossain. Dahulu, Hossain adalah seorang pria normal dengan pekerjaan yang layak. Namun kehidupannya berubah total ketika ia tertimpa musibah kecelakaan yang terjadi 10 tahun lalu. Di mana tangannya harus diamputasi sehingga ia tak mampu lagi bekerja normal, melansir brilio.net, Kamis 

“Ya, saya seorang pengemis. Sepuluh tahun yang lalu saya tidak pernah berpikir akan meminta-minta duit dari orang-orang. Satu malam, saya bepergian dengan bus, sampai akhirnya bus terjatuh dari sebuah jembatan. Saya masih hidup tetapi dalam kondisi cacat,” kata Hossain mengawali ceritanya.

Sementara niatan untuk membelikan gaun pada putrinya, Sumaiya, sudah ada sejak dua tahun lalu. Saat itu, Hossain memasuki sebuah toko pakaian, dan dia melihat sebuah gaun cantik. Tapi ia tidak jadi membelinya karena gaun itu seharga Rp 50 ribu.

Yang lebih menyedihkannya, Hossain diusir oleh penjaga toko karena dikira sedang mengemis.

Air mata Sumaiya pun tak bisa ditahan lagi. Wajahnya menjadi basah karena menangis. Sebagai ayah, Hossain lantas mengusap dan berjanji kepada Sumaiya untuk membeli gaun tersebut.

Namun Sumaiya justru mengatakan kata-kata haru. Ia berkata pada ayahnya bahwa dirinya tidak membutuhkan baju baru. Hal ini diungkapkannya mungkin karena tidak tega melihat kondisi ayahnya. Tapi bagi Hossain membahagiakan putrinya adalah segalanya.

Untuk itulah, Hossain selalu mengusahakan untuk menyisihkan uang dari hasil mengemis agar dapat membeli gaun. Seiring berjalannya waktu, tanpa disadari kalau tabungannya sudah cukup banyak. Akhirnya, Hossain bisa membelikan gaun cantik berwarna kuning untuk Sumaiya.

“Selepas dua tahun menabung, anak perempuan saya bisa memakai baju baru. Itu sebabnya saya mengajaknya pergi bermain dan berjalan-jalan sebentar. Mungkin hari ini saya tak akan mendapatkan penghasilan, tapi saya ingin berada di dekat gadis kecil saya,” tutur Hossain.

Tak cukup sampai disitu, Hossain tampaknya benar-benar ingin membuat hari itu sebagai hari spesial. Ia rela-rela meminjam ponsel kepada tetangganya untuk mengabadikan momen anaknya saat mengenakan baju baru.

“Anak perempuan saya tak pernah difoto dan saya ingin memotretnya hari ini dengan gaun baru, karena saya ingin hari ini menjadi hari yang istimewa baginya. Jika satu hari nanti saya mampu beli ponsel, saya akan memotret anak-anak saya. Saya ingin ini kelak menjadi kenangan manis untuknya,” kata Hossain.

Meskipun profesi yang ia jalani sehari-hari terbilang rendah, namun ia menolak untuk menerima nasibnya dan terus mengupayakan yang terbaik untuk membuat anak-anaknya bahagia.

“Tapi hari ini berbeda. Karena hari ni anak perempuan saya sangat gembira. Hari ni ayahnya bukanlah seorang pengemis. Hari ini, ayahnya adalah seorang raja dan ini adalah puterinya,” aku Hossain penuh bahagia.

Tanpa disangka, momen kehangatan antara Hossain dan Sumaiya itu diam-diam dipotret oleh seorang fotografer GMB Akash. Dia kemudian mengunggahnya ke media sosial, hingga akhirnya foto dan kisah Hossain menjadi viral.


Saturday, April 8, 2017

Dokter yang Sedang Terkapar di Lantai Rumah Sakit Ini Jadi Viral. Ternyata Ini yang Telah Ia Lakukan Hingga Jadi Seperti Ini

Dokter yang Sedang Terkapar di Lantai Rumah Sakit Ini Jadi Viral. Ternyata Ini yang Telah Ia Lakukan Hingga Jadi Seperti Ini



Menjalani profesi sebagai dokter bukanlah perkara yang mudah. Terlebih mereka memiliki tanggung jawab yang begitu besar terhadap nyawa-nyawa pasiennya.

Salah-salah, nyawa yang menjadi taruhannya.

Tentu saja mereka akan merasa bersalah jika pasien yang ditangani telah tiada.

Namun ini tentu saja bukan salah mereka, meskipun mereka seorang dokter tetapi mereka juga manusia biasa, yang tidak bisa mengubah takdir-Nya.

Dan baru-baru ini, jagat media sosial telah dibuat haru dengan pemandangan cukup langka yang diambil di sebuah rumah sakit di Dingyuan, Anhui, Tiongkok.

Dalam foto itu, terlihat seorang dokter yang masih mengenakan seragam operasi lengkap dengan topi dan maskernya sedang tertidur pulas di atas kasur sederhana.

Ia terlihat begitu lelah.

Hal ini sontak membuat para netizen bertanya-tanya, “apa yang sudah dokter ini lakukan sampai ia terkapar di rumah sakit?”

Bukan begitu?

Dan ternyata, dokter yang diketahui bernama Luo Heng ini baru saja menyelesaikan jam kerjanya selama 28 jam. Ia telah melakukan 5 operasi pada pasien yang berbeda tanpa henti, sebagaimana dikutip TribunStyle.com.

Foto-fotonya saat tidur ini diunggah di media sosial Weibo, dan langsung menjadi viral.

Banyak netizen yang merasa prihatin dan kasihan pada Luo Heng. Namun banyak pula dari mereka yang turut memberikan pujian atas sikapnya bertanggung jawab itu.

“Aku sangat menghargaimu, kamu sudah bekerja keras,” kata seorang netizen.

“Aku harap media tidak mengiklankan ini. Dokter tak hanya sebuah karir, tapi mereka juga manusia,” harap netizen lainnya.

“Pria paling tampan,” puji seorang netizen.

Source : palingseru

Sunday, April 2, 2017

Kisah Anak SD di Perbatasan yang Minta Tas Sama Jokowi Ini Bikin Sedih dan Jadi Viral, Lihat Perjuangan Mereka Agar Tetap Sekolah !!


Kisah Anak SD di Perbatasan yang Minta Tas Sama Jokowi Ini Bikin Sedih dan Jadi Viral, Lihat Perjuangan Mereka Agar Tetap Sekolah !!



 Sebuah kisah pilu datang dari pengguna akun Instagram @anggitpurwoto.

Kisah yang diposting akun tersebut telah menjadi viral, dan banyak membuat netizen tersentuh bahkan menangis.

Di postingan itu, si pemilik akun menuliskan cerita tentang anak-anak SD di Desa Sungkung II, Siding, Bengkayang, Kalimantan Barat.

Dan ternyata, si pemilik akun itu adalah guru anak-anak SD itu sendiri.

Dia membagikan foto-foto dan video anak-anak SD di perbatasan karena ingin menunjukkan betapa susahnya hidup di perbatasan. Di mana anak-anak harus berjuang keras di saat pergi sekolah, di mana harus menempuh perjalanan yang jauh, belum lagi harus melewati jalanan yang berlumpur.

Tak heran jika seragam yang mereka kenakan tidak sebersih seragam anak kota. Dan yang lebih mengharukannya lagi, mereka sekolah tanpa memakai sepatu maupun tas.

Tapi salutnya, di balik kekurangan itu semua, semangat mereka untuk bersekolah sangatlah tinggi.

Inilah yang membuat netizen tersentuh hingga menguraikan air mata.

Berikut ini kisah lengkap yang ditulis @anggitpurwoto yang dihimpun dari TribunStyle.com.

“Bagimu negeri… Kuceritakan sepintas sebuah kisah pengabdian saya di daerah perbatasan indonesia-malaysia.. Sungkung sebuah desa yg sangat terisolir jauh dari kata kemajuan…

Butuh perjalanan 2 hari dari kota kabupaten sendiri yaitu kabupaten Bengkayang, akses jalan aspal terdekat adalah di kecamatan entikong kabupaten Sanggau, untuk menuju jalan aspal terdekat membutuhkan waktu 8 jam menggunakan sampan menyusuri sungai sekayam, dan 4 jam jalan darat jika jalan kering, jika basah tidak bisa di prediksi..

Minimal butuh biaya 600 ribu dr kota kabupaten sendiri yaitu kabupaten Bengkayang untuk sampai di desa sungkung…

Produk-produk buatan malaysia sangat mendominasi wilayah ini, disini berlaku 2 mata uang yaitu ringgit dan rupiah.. Hidup tanpa listrik, sinyal pun harus naik bukit yg jarak tempuhnya 45 menit jalan kaki dari Asrama..

Kebutuhan pokok harga berkali-kali lipat.. Contoh Harga semen mencapai 450 ribu per sak, gas lpg 3 kg 80 ribu…

Batas negara hanya di batasi oleh igir pegunungan.. agar tetap bisa menyambung sebuah coretan tinta di buku, tak sedikit anak sekolah (SD, SMP, SMA) yang bekerja di malaysia ketika liburan, untuk membayar uang bulanan sekolah..

Mereka tau benar bahwa hidup di negara tetangga sarawak malaysia jauh lebih sejahtera, tapi mereka masih memiliki rasa kebangsaan yang tinggi..berfikir dua kali untuk menjadi warga negara di negara seberang..

Bagaimanapun mereka lebih memilih ‘hujan batu’ di negeri sendiri daripada ‘hujan emas’ di negeri orang……

Seragam kusam yang tidak lagi berwarna merah putih segar bukan berarti kami tidak memiliki rasa cinta tanah air…. #NASIONALISME” tulis @anggitpurwoto.

Pria yang berprofesi sebagai guru itu juga mengunggah sebuah video yang berisikan suara “Pak Jokowi Minta Tas”.

“Dengan suara lirihnya, mereka berkata, “Pak Jokowi Minta Tas”

Tidakah kalian merasa kasihan…masih adakah hati nurani kalian… Mereka hanya minta tas, untuk membawa buku,buku yang mungkin bertuliskan mimpi-mimpi kecil mereka, agar mimpi yg mereka tuliskan tidak hancur , hancur terkena lumpur atau koyak kena hujan….

Tidakkah kalian iba….ilmu yg kau dapat di bangku perkuliahan adalah hak mereka!!!!..gaji yg kau dapat adalah hak mereka…

Tidakkah kalian iba, melihat baju kotor mereka…berjam-jam jalan melewati jalan lumpur…
Tidakkah kalian iba ketika perjuangan mereka, mimpi mereka terhapus sia-sia oleh kejamnya negeri perbatasan… Dengarlah suara lirih mereka Pak…..,” begitu tulis @anggitpurwoto.

Pengemis Jujur Ini Jadi Kaya Mendadak dan Dapat Pekerjaan Setelah Menemukan Dompet Hermes Asli Milik Pengusaha Kaya

Pengemis Jujur Ini Jadi Kaya Mendadak dan Dapat Pekerjaan Setelah Menemukan Dompet Hermes Asli Milik Pengusaha Kaya

Seorang gelandangan di Thailand ini bisa merubah hidupnya berkat kejujurannya.

Berawal dari menemukan sebuah dompet yang diketahui milik seorang designer ternama, Woralop (44), seorang gelandangan kini memiliki penghasilan yang tetap. Dilansir dari laman Metro, kala itu Woralop menemukan dompet bermerek hermes.

Dengan kondisi yang memprihatinkan, Woralop tercengang ketika melihat isi dalam dompet itu. Pasalnya, uang jutaan rupiah berada di dalam dompet milik seorang designer itu. Jumlah uang tersebut sekitar Rp 7,6 juta.

Tak hanya itu, dompet yang ditemukannya di sisi jalan itu juga terdapat sebuah kartu kredit. Di saku celananya yang lusuh, Woralop hanya menyimpan uang sebesar sembilan bath atau setara dengan Rp3.500.

Bahkan uang yang ada di sakunya itu, tak cukup untuk membeli sesuap nasi. Dengan kejujurannya, Woralop pun tak mengambil dompet yang ditemukannya itu. Dia justru pergi ke kantor polisi untuk mengembalikan dompet tersebut. Polisi kemudian memanggil pemilik dompet, Niity Pongkriangyos (30).

Tak butuh waktu lama, sang pemilik dompet datang ke kantor polisi. Niity mengaku sangat senang saat dompet miliknya telah ditemukan. Dia pun takjub terhadap kejujuran dan perbuatan mulia Woralop.

"Aku sangat terkejut ketika polisi memberitahuku ada yang menemukan dompetku. Aku kaget, karena bila aku tak punya uang, aku pasti akan mengambil dompet ini," kata Niity.

Sebagai ungkapan rasa terima kasih kepada Woralop, Niity kemudian menawarinya sebuah pekerjaan.

Selain itu, Waralop pun diberi fasilitas rumah dan gaji sebesar 11 ribu bath atau setara dengan lebih dari Rp 4 juta.

Sebelumnya, Niity telah menghadiahi Woralop dengan memberikan uang sebesar 2 ribu bath atau setara Rp 800 ribu.


Sunday, March 12, 2017

Gara Gara Suka Unggah Foto Selfie di Media Sosial, Cewek Ini Alami Hal yang Mengerikan. Jangan Sampai Kamu Mengalaminya Juga

Gara Gara Suka Unggah Foto Selfie di Media Sosial, Cewek Ini Alami Hal yang Mengerikan. Jangan Sampai Kamu Mengalaminya Juga !!



Apakah kamu termasuk orang yang sering memposting foto di media sosial?

Jika iya, maka cobalah merenungkan kisah yang menimpa wanita bernama Nednapha Naunkhul ini.

Nednapha Naunkhul adalah seorang wanita yang berasal dari Thailand. Dia kini berusia 26 tahun. Seperti manusia modern umumnya, dia juga begitu aktif di media sosial.

Dia sering mengunggah foto-foto yang dianggapnya paling baik di akun media sosialnya.

Tanpa terasa, hal itu menjadi kebiasaan yang melekat pada dirinya.

Hingga suatu hari, kejadian yang tak pernah ia sangka menimpa dirinya.

Suaminya, Chatchawarn Tarrin (28) nekat menyiram tubuh Nednapha dengan bensin lalu membakar tubuh Nednapha bersama seisi rumahnya yang berada di Amphoe Chiang Kham, Thailand Utara, melansir TribunnewsBogor.com.

Hal ini terjadi karena itu tadi, kebiasaan Nednapha yang sering mengunggah foto di media sosial.

Ternyata, suaminya tidak senang dan merasa cemburu kalau wajah istrinya dilihat oleh banyak lelaki.

“Ketika api membakar aku merasa seperti aku tahu bahwa neraka itu nyata. Itu adalah yang terburuk sakit dan teror ada yang pernah bisa bayangkan,” ungkap Nednapha.

Wajah Nednapha yang awalanya cantik dan mulus pun kini berubah mengerikan.

Akibatnya, ia harus menjalani operasi selama berbulan-bulan demi mengembalikkan semuanya, meskipun tak sepenuhnya kembali seperti normal.

“Ini adalah bekas luka di sekujur tubuh saya, bahkan hati saya juga luka,” tuturnya.

Salutnya, meski sang suami telah memperlakukan dirinya seperti itu, Nednapha tetap mengampuninya.

“Saya harus mengampuninya karena kami memiliki anak bersama-sama,” lanjutnya.

Temannya, Sudarat Khunarup berusaha menggalang dana untuk perawatan medis Nednapha.

“Dia tidak bisa bekerja, sementara suaminya kini dipenjara. Sekarang dia membutuhkan bantuan dengan kebutuhan seperti air, salep alkohol untuk luka, kain katun, dressing dan perlengkapan medis lainnya,” katanya.

Artikel: palingseru

Tuesday, February 28, 2017

Bikin Terharu.. Sudah Tua Masih Jual Bensin Pakai Kursi Roda, Mirisnya Lagi Masih Ada Aja Orang yang Usilin Nenek Ini !!

Bikin Terharu.. Sudah Tua  Masih Jual Bensin Pakai Kursi Roda, Mirisnya Lagi Masih Ada Aja Orang yang Usilin Nenek Ini !!


Bisa menghabiskan masa tua dengan berkumpul bersama anak dan cucu tentu menjadi dambaan setiap orang tua.

Namun hanya segelintir orang tua yang bisa merasakan hal ini. Sedangkan mereka yang memiliki kehidupan pas-pasan harus berjuang sekuat tenaga untuk mengumpulkan uang demi bertahan hidup.

Seperti kisah seorang nenek yang dibagikan akun Facebook Indra di grup info cegatan Jogja ini. Di mana nenek tersebut harus berjualan bensin dan minuman di sekitar Jalan Parangtritis km 13,5 patalan, Dusun Kadilobo, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Bantul, melansir TribunnewsBogor.com.

Padahal, usianya nenek itu sendiri sudah tak lagi muda. Jalannya pun sudah terbungkuk-bungkuk.

Namun yang lebih kasihan lagi, di tengah kondisi yang tidak berdaya itu, masih ada saja orang yang usil dan berniat jahat pada nenek penjual bensin ini.

Berdasarkan postingan si pemilik akun, si nenek pernah ditipu oleh salah seorang dengan cara membeli memakai uang palsu.

Turut merasa prihatin dengan kondisi si nenek, si pemilik akun pun mengajak para netizen untuk menyempatkan diri singgah ke tempat jualannya dengan membeli salah satu barang dagangannya.

“misal saudara saudara melewati tempat nenek itu silahkan mampir dilarisi entah membeli aqua,rokok,bensin meskipun tidak seberapa udah menambah penghasilan dan membuat hati senang nenek itu untuk tetap lebih semangat menjalani hidupnya,” tulisnya.

Tak lupa pula ia memberikan alamat, jam buka dan doa untuk sang nenek.

“nenek itu berjualan tepatnya jalan paris smp 3 jetis patalan utaranya ada jalan masuk ke timur kurang lebih 200 meter selatan jalan.

buka jam 07.00 sampai jam 16.30 semoga nenek itu slalu di berikan kekuatan,kesehatan AMIN.”

Sejak diposting pada 24 Februari lalu, hingga Senin kemarin, postingan ini sudah disukai lebih dari 9.900, dan dibagikan sebanyak 715 kali.

Wednesday, February 22, 2017

Ibuya Bingung Bayi ini selalu menangis, saat kaus kakinya dibuka ternyata penyebabnya sangat mengerikan!

Ibuya Bingung Bayi ini selalu menangis, saat kaus kakinya dibuka ternyata penyebabnya sangat mengerikan!

Bayi menangis pada waktu-waktu ternetu memang sudah menjadi hal biasa. Biasanya, tangisan ini menunjukkan bahwa mereka sedang kelaparan, atau juga bisa mereka buang air.

Namun bagaimana jika sang bayi menangis tanpa henti?

Padahal sudah diberi makan, dan saat dicek celananya dia juga tidak sedang membuang air kecil ataupun air besar.

Nah inilah permasalahan yang sedang melanda sepasang orangtua Scoot Walker dan Jessica Walker.

Bayi mereka menangis tanpa henti, bahkan saat dihibur dengan cara direndam dalam air sekalipun.

Perasaan khawatir mereka lantas semakin menggebu-gebu.

Hingga akhirnya, pasangan Walker ini melepas kaus kaki yang digunakan bayi mereka.

Di sinilah penyebab menangis bayi mereka terjawab.

Dilansir Banjarmasin Post, Kamis (23/2), tepat di jari kaki sang anak, sehelai rambut terlilit hingga menimbulkan luka menganga.

Lilitan rambut tersebut sangat kencang.

Saat melihat kondisi mengerikan sang anak, Jessica yang berprofesi sebagai suster, langsung bertindak cepat.

Ia langsung mengambil sebuah penjepit dan mengambil sehelai rambut tersebut.

Beruntung, kejadian ini disadari dengan tepat waktu sehingga tak terjadi luka yang lebih serius.

Meski penyebabnya terdengar sepele, namun siapa menyangka kalau lilitan rambut juga bisa mengores kulit dan bahkan bisa mengancam nyawa.

Insiden seperti ini sendiri biasa disebut hair tourniquet.

Kejadian ini bisa terjadi saat bayi sedang tidur atau bermain di tempat tidur.

Rambut-rambut yang tak terlihat dan berserakan di lantai bisa dengan mudah melilit jari-jari mungil mereka.

Untuk itu, pasangan Walker membagikan kisahnya ke media sosial dengan tujuan untuk membuat para orangtua harus lebih ekstra waspada lagi saat memakaikan kaus kaki pada bayinya.

Selain itu, orangtua juga harus sering membersihkan area-area bermain sang anak dan pastikan bersih dari rambut.


artikel : palingseru

Monday, February 20, 2017

Seorang Ayah Tak Sengaja Baca Buku Putri Kesayangannya. Isinya Bikin Netizen Terharu dan Sedih..

Seorang Ayah tak sengaja baca buku putri kesayangannya. Isinya bikin netizen terharu dan sedih ..



 Sebuah unggahan foto mengharukan datang dari seorang pengguna Facebook bernama Ojack Siga Rantang.

Akun tersebut membagikan sebuah foto kertas yang berisikan tulisan tangan anak kecil. Meski terlihat begitu acak-acakan, namun tulisannya masih dapat dibaca dan dimengerti.


Adapun bunyi dari tulisan tersebut.

“Kangen mamah. Mamah Eis kangen sama mamah.
Kenapa mamah meninggal. Kalau mamah enggak ada Eis sedih.
Eis nangis kal ingt mamah. Tapi Eis juga berdoa buat mamah.
Semoga mama tenang di dekat owloh. Eis sekarang nangis mah.”

Tulisan tersebut menunjukkan kerinduan seorang anak kepada ibu yang sudah lama meninggal dunia.

Dilansir Tribunstyle.com, anak yang menulis surat tersebut bernama Feriska. Anak perempuan yang masih berusia 9 tahun itu adalah putri si pemilik akun.

Berdasarkan pengakuan Ojack, si pemilik akun, surat tersebut ia temukan secara tak sengaja. Saat itu ia hendak membuka tas Feriska untuk melihat pelajarannya.

Namun dia justru menemukan tulisan ‘kangen mamah’ milik anaknya tersebut. Menurut Ojack, Feriska tidak pernah melihat ibunya sejak lahir.

“Ibunya meninggal waktu melahirkan dia,” tutur Ojack.

Selama ini, kata Ojack, putrinya diasuh oleh neneknya. Karena ia harus mencari nafkah di Bayah, Banten Selatan.

Karena jarak yang cukup jauh, dia pun hanya bisa bertemu dengan Feriska dua bulan sekali. Meskipun jarang bertemu, namun Ojack mengaku bangga dengan pertumbuhan pesat putri semata wayangnya itu.

“Masih kelas 3 SD. Anaknya bisa mandiri dan lumayan pintar,” ujar Ojack.

Wednesday, February 15, 2017

Sebuah Cerita Dariku Untuk Di Renungkan.. Seorang Gadis yang Lebih Memilih Untuk Tidak Menjadi Ibu

Sebuah Cerita  Dariku Untuk Di Renungkan.. Seorang Gadis yang Lebih Memilih Untuk Tidak Menjadi Ibu..

Akhir-akhir ini, teman-teman di media sosial semakin sering mengunggah foto-foto bayi mereka yang menggemaskan. Ada juga yang membuat status manis tentang perjuangan mengandung dan melahirkan, atau setidaknya menyebarkan undangan pernikahan. Wajar, karena banyak dari mereka yang usianya sudah matang. Setelah lulus kuliah, menikah dan membangun keluarga memang jadi impian banyak orang.



Tapi ternyata tidak dengan saya. Sampai sekarang, saya masih bisa ditemukan santai-santai di kamar kost, sendirian, menonton film di laptop sambil makan mie instan. Masih tenang-tenang saja, tak merasa kurang suatu apa.

Tidak seperti gadis kebanyakan, sampai sekarang saya memang tak punya keinginan untuk berkeluarga. Melahirkan kemudian merawat anak tidak menjadi cita-cita. Jika sampai nanti menutup mata saya tak sempat menjadi orangtua, bagi saya itu tidak apa-apa.

Jika ini terdengar tak biasa, izinkanlah saya menjelaskan alasannya.

Kebanyakan orang meyakini bahwa tiap perempuan pasti ingin menjadi ibu. Padahal, tidak selamanya seperti itu

Gimana nih Mbak, sekarang masih gak bisa masak? Nanti kalau udah punya anak, mereka mau dikasih makan apa?

Bagi banyak anak perempuan, pertanyaan di atas sudah sering sekali terdengar di telinga. Sejak kecil anak perempuan memang sudah dipersiapkan untuk menjadi ibu yang baik begitu dewasa. Harus bisa memasak, bersih-bersih, bahkan memilih cita-cita yang tidak akan sampai membuat mereka melupakan kewajiban di rumah. Anggapan yang populer adalah semua anak perempuan nantinya otomatis menjadi istri serta ibu, padahal kenyataannya tidak begitu.

Meski sedikit jumlahnya, ada saja anak perempuan yang sejak kecil tidak pernah ingin menjadi ibu. Ada juga yang masih ragu-ragu dan tidak ingin terburu-buru. Bukan berarti ada yang salah dalam diri mereka. Bukan berarti mereka lupa kodratnya.

Tapi buat apa punya rahim kalau nggak punya anak?
Yah, ibaratnya, nggak semua orang yang punya rahim harus punya anak — sebagaimana nggak semua orang yang punya kaki harus jadi pelari maraton.

Tidak memiliki keturunan, entah karena keputusan pribadi atau kondisi kesehatan, toh tak membuat seseorang jadi lebih hina dibandingkan perempuan yang menjadi ibu. Melahirkan lalu membesarkan anak adalah pilihan — bukan sebuah kewajiban.

Saya tahu beratnya tanggung jawab seorang ibu. Dan saya tak yakin saya mampu melakukan semua itu

Sejak dulu, saya sadar bahwa memiliki seorang anak bukan hanya tentang mengambil gambar mereka saat sedang lucu-lucunya lalu mengunggahnya ke media sosial. Di balik foto-foto bayi lucu di Facebook dan Instagram, ada ibu mereka yang teler kelelahan. Ada malam-malam yang dilewati tanpa tidur sama sekali karena si kecil yang menangis dan tantrum sepanjang malam. Kadang anak akan menuntutmu memberi fokus 100%, tenaga 120%, cinta 5000%, serta kesabaran yang tak terbatas. Sayangnya, saya tidak merasa memiliki keempat hal ini.

Saya juga sadar, memilih menjadi orangtua berarti harus mengkompromikan banyak hal. Punya anak itu mahal. Banyak pasangan yang akhirnya harus berganti pekerjaan atau pindah kantor supaya bisa lebih mapan. Padahal sebenarnya bisa jadi mereka lebih menyukai pekerjaan mereka yang dulu. Sebaliknya, banyak juga yang akhirnya berhenti bekerja dan mengorbankan karier mereka, karena tak percaya pada nanny dan ingin memberi perhatian sepenuhnya pada si buah hati.

Sampai sekarang saya belum rela melakukan kompromi semacam itu. Bekerja membuat saya bahagia terutama jika saya bisa membawa manfaat untuk banyak orang. Jika disodori pilihan, saya akan memilih memiliki karier yang seperti itu daripada menjadi seorang ibu. Memang ada perempuan yang bisa menjalani dua-duanya sekaligus, tapi saya pribadi tidak yakin bahwa saya mampu.

Jika sampai harus mengorbankan karier demi anak, saya takut menyalahkan anak hanya karena saya gagal meraih hidup yang saya mau. Saya pun takut menjadi orangtua yang akhirnya menitipkan mimpi mereka pada anak-anaknya — karena gagal meraihnya sendiri ketika mereka muda. Kalau toh nanti memiliki anak, saya ingin mereka bebas menjadi siapa saja. Tidak tertekan oleh titipan cita-cita orangtuanya.

Saya rasa, alasan paling kuat untuk memiliki anak adalah karena ingin saja. Bukan supaya ada yang menjaga di hari tua (toh biasanya anak akan pergi dari rumah ketika dewasa), meneruskan keturunan (karena sebagaimana kita tidak kenal nenek moyang kita, cicit kita pun mungkin tidak akan tahu nama dan biografi hidup kita), atau menurunkan pandangan hidup (karena anak dan orangtua bisa punya pandangan hidup yang jauh berbeda).

Dan hingga sekarang, saya belum memiliki keinginan untuk itu. Setelah ditimbang-timbang, rasanya saya akan bahagia-bahagia saja meskipun tidak menjadi ibu.

Harus diakui, pertanyaan soal jodoh jadi jauh lebih sulit dijawab karena hal ini

Sudah beberapa tahun terakhir ini saya sadar bahwa saya memang tidak punya keinginan khusus untuk memiliki anak. Sebelumnya, saya pikir ini hanya sekadar fase. “Mungkin kalau ketemu orang yang tepat, saya toh bakal mau juga jadi ibu dari anak-anaknya,” pikir saya. Tapi ternyata tidak sesederhana itu juga. Yang terjadi justru sebaliknya: saya sadar bahwa saya tidak bisa membatalkan prinsip pribadi saya hanya karena orang yang berarti bagi saya punya pandangan hidup yang berbeda. Bertemu seseorang yang spesial tak pernah membuat saya tiba-tiba jadi ingin punya keturunan.

Harus diakui, posisi satu ini membuat hubungan dengan lawan jenis jadi lebih rumit. Sudah lebih dari sekali hubungan jadi terpaksa diakhiri karena dia mutlak menginginkan putra atau putri, dan saya sejak awal tidak mau berjanji. Sedihkah? Tentu saja. Tapi kalau memang berbeda, bijakkah untuk memaksa? Punya anak atau tidak adalah keputusan yang mengubah hidup, dan saya tak bisa sembarangan mengiyakannya.

Mungkin suatu hari, saya akan menyesal tak pernah mengandung dan membesarkan buah hati. Tapi daripada gagal mencintai anak sendiri, lebih baik menyesali sesuatu yang tak pernah terjadi

Beberapa kali teman-teman heran pada pandangan saya yang masih ambigu terhadap prospek menjadi ibu. Mungkin karena kebanyakan dari mereka memang selalu ingin menjadi orangtua, dan karena keinginan untuk punya anak adalah hal yang begitu umum sehingga mudah berasumsi bahwa setiap orang pasti seperti itu.

Mereka sering bertanya, “Kamu nggak takut nyesel nanti kalau udah tua dan gak sempat punya anak?”

Takut, takut sekali. Saya takut suatu hari akhirnya punya keinginan untuk mengandung dan membesarkan buah hati, tapi sudah terlalu tua untuk itu. Setiap ketakutan seperti ini muncul dalam pikiran, yang biasanya saya lakukan adalah mengingat-ingat. Lebih baik mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin lagi kemudian menyesal — daripada memiliki anak kemudian gagal. Sudah terlalu banyak orangtua di dunia ini yang menelantarkan anak mereka. Saya hanya tidak ingin jadi salah satunya.

Friday, February 10, 2017

Kisah Kakek Buta Penjual Kemoceng Ini Mengharukan, Karena Sering Di Tipu Pemilik Toko !!

Kisah Kakek Buta Penjual Kemoceng Ini Mengharukan, Karena Sering Di Tipu Pemilik Toko !!

Keuletan kakek ini dalam menafkahi keluarganya patut ditiru. Meski kini usianya sudah menginjak kepala enam, namun ia tetap berusaha mencari rizki yang halal untuk menghidupi keluarganya dirumah.



Kisah kakek bernama Widodo ini diposting oleh akun instagram @suisbapedulisolo pada jumat (10/2/2017). Warga Semlidangan RT 03/11 Pasar kliwon itu memilik tiga orang anak dan sembilan orang cucu.

Ia tinggal dirumah bersama istri dan satu orang anaknya.Kakek yang sudah berusia 61 tahun itu mengalami kebutaan sejak masih berusia 7,5 tahun. Belum diketahui penyebab kedua mata lelaki ini tidak bisa melihat.

Namun, terlepas dari itu semua, Kakek Widodo tetap bersemangat mencari nafkah untuk istrinya di rumah yang juga buta. Setiap hari, ia berkeliling jualan sapu dan kemoceng.

Sejak dua tahun terakhir, beliau menjual kemoceng dan sapunya di sekitar fakultas kedokteran UNS.

"Terkadang dititipan di toko-toko namun dibohongi," tulis akun instagram @suisbapedulisolo
Untuk menambah penghasilannya, terkadang Kakek Widodo memberikan jasa pijit jika ada yang memintanya.

Setiap hari, ia diatra jeput oleh anaknya dari jam 8 pagi sampai 1 siang. Kemoceng yang ia jula merupakan hasil buatan tangan istrinya dirumah.
Saat laris dagangannya laku 5 - 10 biji, tapi juga pernah tidak laku sama sekali.
Sebagian netizen yang berkomentar pun mengaku pernah melihat kakek widodo saat berjualan

@effyirmawati : "Kmren aku ketemu bapak ini dikampus, sekilas lewat aku liat aku kira jualanan makanan, besok kalo ketemu dibeli @suisbapedulisolo"

@alvindianwardhana : "Fyi, anaknya emang antar jemput tiap hari tapi anaknya minta ongkos (kaya tukang ojek). Dan 3 itu anak tiri dari istri yg skrg"

@nogaayu_96: "@alvindianwardhana minta ongkos krna antar jmpt bp nya kak ?"

@alvindianwardhana : "@nogaayu_96 iyaa mba minta ongkos krna antar jemput bpaknya ini, saya anggota Ketimbang Ngemis Solo jg mbk. Udah sering ktemu pak widodo, makanya tau ceritanya"

Berikut ini postingan lengkap akun @@suisbapedulisolo:

"Namanya pak widodo umur 61 th. Rumah daerah smlidangan rt 03 / 11pasar kliwon. Mempunyai anak 3 dan cucu 9. Istri beliau juga buta. Beliau mengalami kebutaan sejak umur 7.5 th. Pak widodo jualan sapu dan kemoceng terkadang juga jd tukang pijat jika ada yg membutuhkan. Beliau 2 th belakangan ini berjualan kemoceng dan sapu di sktr fakultas kedokteran UNS dan terkadang dititipan di toko" namun dibohongi. Beliau diantar jemput oleh anaknya dari jam 8 pagi sampai 1 siang. Kemoceng dibuat sendiri oleh istrinya. Saat laris dagangannya laku 5 - 10 biji tp juga pernah tdk laku sama sekali. Beliau tinggal dengan istri dan 1 anaknya.
Monggo dilarisi dagangannya jika bertemu"

Tuesday, February 7, 2017

Kamu Di buat Terharu Mengetahuinya Setelah Apa Apa yang Dilakukan Bocah Cilik Ini Saat Ibunya Kepanasan di Gerobak Ini

Apa yang Dilakukan Bocah Cilik Ini Saat Ibunya Kepanasan di Gerobak Ini Bikin Kamu Terharu Mengetahuinya



Lagi, pengguna media sosial mengunggah sesuatu yang telah menyentuh hati para netizen. Bahkan sampai ada yang menangis.

Dalam unggahannya pada Sabtu (4/2/2017), akun Facebook bernama Rizky Ahmad Fadilah itu memposting dua foto yang berbeda. Namun kedua-duanya sama-sama mengundang rasa haru.

Di gambar pertama, terlihat bocah laki-laki mengenakan baju kaos berwarna biru sedang berada di sebuah gerobak bersama seorang wanita yang diduga adalah ibunya.

Bocah tersebut nampaknya begitu menyayangi ibunya. Ini terlihat dari cara ia menghibur ibunya yang terlihat lelah karena tak ada atap yang bisa menahan panasnya sinar matahari di gerobak yang mereka naiki.

Di foto kedua lebih mengharukan lagi. Bocah tersebut memberikan ciuman pada ibunya seakan ingin menunjukkan pada ibunya bahwa ibunya tidak sendirian, ada dia yang selalu menemani.

Netizen pun semakin terbuai dengan rasa haru saat membaca caption yang ditulis si pemilik akun.

“Nanti kalau udah besar, aku akan membeli mobil biar ibu gak kepanasan lagi,” begitu tulisnya.

Alhasil, postingan ini pun dibanjiri komentar dari netizen. Mereka beramai-ramai mendoakan bocah laki-laki tersebut.

“Amiiin ya allah,,subhanallah semoga terkabul cita” anak itu,” tulis Regina Nova.

“Amiinn..ya allah sedih bgt…” tulis Eviridha.

“Amin … doa anak yg baik utk bundanya pasti terkabul …” komentar Lince Aritonang.